Profesional helper sangat penting memiliki psychological well-being yang baik dimana menurut pendapat Merryman et al. agar dapat memberikan layanan secara optimal kepada para klien, maka helper harus terlebih dahulu memiliki tingkat psychological well-being yang tinggi. Professional helper yang tidak mampu mencapai psychological well-being dengan baik, dapat memberikan dampak negatif jangka panjang seperti burnout, kelelahan yang berlebihan, dan stres.
Dampak yang ditimbulkan tersebut dapat memengaruhi pemberian layanan secara profesional terhadap klien dan menimbulkan ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesionalnya dan banyak upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan dari rendahnya psychological well-being seorang professional helper. Hal tersebut dapat dimulai dari diri sendiri sebagai bentuk keprihatinan terhadap kinerja helper yang cukup banyak, tetapi kurang diimbangi dengan upaya untuk meningkatkan psychological wellbeing diri sendiri sebagai professional helper.
Hasil analisis secara komprehensif seluruh artikel, self-care digambarkan sebagai upaya professional helper dalam bertanggung jawab dan peduli atas dirinya sendiri untuk melangkah dalam mengembangkan sisi personal maupun profesional. Self-care memiliki tujuan sebagai langkah untuk mengupayakan pencapaian kondisi psychological well-being pada professional helper.
bentuk self-care ada dua bentuk yaitu personal self- care dan professional self-care. Personal self-care mencakup:
1. Perawatan fisik hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi fisik dengan strategi berbentuk aktivitas fisik.
2. Perawatan psikologis dan emosional yang berfokus untuk mempertahankan pandangan positif pada diri dan membicarakan tuntutan yang muncul antara diri sendiri dan lingkungan.
3. Perawatan sosial yang dilakukan dengan membangun dan mempertahankan hubungan yang erat dan suportif untuk terus mendapatkan dukungan dari orang lain.
4 Perawatan spiritual, yang berkaitan dengan menumbuhkan hubungan, iman, dan kedamaian. Personal self-care ini dilakukan sebagai bentuk peduli terhadap kehidupan pribadi helper.
Self-care merupakan bagian penting yang tidak dapat terpisahkan dari seorang professional helper dalam menjalani pekerjaannya dan memiliki hubungan positif dalam meningkatkan kondisi psychological well-bein. Hal tersebut menjelaskan bahwa perlu pengenalan maupun pelatihan selfcare. Pemegang kebijakan memiliki peran penting untuk mengambil tindakan dalam mempromosikan pentingnya mempraktikkan self-care pada kehidupan professional helper sebagai bentuk membangun sikap peduli terhadap diri professional helper, menjaga keoptimalan pemberian layanan kepada klien secara profesional, dan demi mengupayakan tercapainya psychological well-being pada professional helper terkhusus guru BK sebagai salah satu professional helper.
