Self-harm atau menyakiti diri sendiri seringkali menjadi pelarian dari rasa sakit emosional. Tapi sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk menyembuhkan diri, bukan melukai. Islam sangat memperhatikan kesehatan fisik dan mental. Tubuhmu adalah amanah bukan untuk disakiti, tapi untuk dirawat.
Berikut cara mengganti self-harm dengan self-care yang Islami:
1. Ingat: Tubuhmu Milik Allah, Bukan untuk Dilukai
Allah menciptakan tubuhmu sebagai anugerah, bukan untuk dihancurkan. Islam melarang menyakiti diri, bahkan dalam keadaan sedih sekalipun.
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”(QS. An-Nisa: 29)
2. Curhat Lewat Doa dan Sujud, Bukan Pisau atau Luka
Saat hati hancur, curhatkan semuanya pada Allah. Ia tidak pernah bosan mendengar dan tidak pernah menolak air mata yang jatuh dalam sujud.
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.”(HR. Tirmidzi No. 3370 )
3. Rawat Diri sebagai Bentuk Syukur
Merawat tubuh dengan niat ibadah adalah bentuk syukur atas nikmat sehat. Mandi, tidur cukup, makan bergizi, bahkan merapikan kamar bisa jadi bentuk ibadah kalau diniatkan karena Allah.
4. Baca Al-Qur’an: Penyembuh Jiwa yang Sebenarnya
Al-Qur’an bukan hanya petunjuk, tapi juga obat untuk hati yang sedang luka.
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”(QS. Al-Isra’: 82)
5. Isi Waktu dengan Aktivitas Bermakna
Isi hari-harimu dengan hal-hal yang membawa ketenangan: shalat tepat waktu, menulis jurnal syukur, olahraga ringan, atau ikut kajian online. Kebiasaan kecil ini bisa menggantikan dorongan self-harm.
6. Cari Teman Sejati yang Mengingatkan Allah
Lingkungan punya pengaruh besar. Pilih teman atau komunitas yang mendukung healing-mu secara spiritual dan emosional.
“Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain. Jika ia melihat sesuatu yang salah, ia memperbaikinya.”(HR. Abu Dawud No. 4918)
Luka hati tak harus berakhir di luka fisik. Islam menawarkan penyembuhan yang utuh jiwa, raga, dan iman. Ganti self-harm dengan self-care. Bukan hanya menyembuhkan, tapi juga mendekatkanmu kepada Allah, sumber ketenangan yang hakiki.
